Memiliki karir yang sukses dan kedudukan yang tinggi di bidang art, membuat jadwalku sehari - hari cukup padat. Terlalu tingginya frekuensi aktivitas, membuatku harus selalu bepergian dan dijemput dengan helikopter pribadi untuk menghindari macet. Suamiku bekerja di bidang athletic, dan penghasilan kami berdua memang lebih dari cukup. Sehingga, rumah dengan style "Mar - A - Lago"-nya Trump pun bisa kami miliki dengan mudah, meskipun tentu saja dengan ukuran yang lebih kecil.
Sebagai orang tua dengan kesibukan yang tinggi, begitu sulit bagiku untuk bisa terus memperhatikan semua anak sekaligus. Bukan berarti aku menelantarkan mereka, namun untuk memiliki hubungan yang benar - benar mendalam, 100/100, ternyata memang sulit, hanya Devonsawa dan Valenza yang benar - benar dekat denganku. Prairie lebih dekat dengan ayahnya, sementara Brandon dan Marion tentu saja, karena masih batita dan bayi, belum dapat membina hubungan yang benar - benar mendalam.Namun dapat kukatakan, kehidupan ini cukup indah. Anak – anakku baik dan rukun, serta berprestasi. Tidak pernah keluar malam tanpa ijin, dan tidak pernah berkelahi seperti anak – anak keluarga Capp dan Monty. Ah, setelah anda membaca sampai di sini, apakah ada yang sudah mulai tersenyum dan menerka – nerka? Atau justru masih sibuk mengagumi atau merasa iri dengan kehidupan yang kuceritakan?
Bagi anda yang masih sering bermain game PC, tentu sudah langsung tersenyum simpul. Benar, yang aku ceritakan tadi adalah kehidupan dari karakter yang kumainkan dalam game Ths Sims2, Game PC yang laris di mana – mana. Game tersebut merupakan simulasi kehidupan manusia biasa, lengkap dengan segala kebutuhan, ketakutan, keinginan, dan jenjang usia dalam hidup.Mungkin terlihat aneh, dengan usiaku yang sudah setua ini, aku masih begitu tertarik dengan game PC. Mungkin juga terlihat seperti kurang kerjaan dan terlalu banyak waktu luang. Tapi percayalah, game bukan sekedar permainan tanpa arti.
Meskipun tidak sesibuk karakterku, kesibukanku dan kesibukan adik – adikku begitu menyita waktu kami. Rasanya begitu sulit untuk bisa mencari waktu untuk dihabiskan bersama – sama. Selain itu, karena adanya perbedaan umur yang cukup besar, rasanya dunia kami menjdi begitu berbeda. Apa yang menarik untuk mereka, tidak lagi menarik untukku. Dan semua itu membuat kami begitu sulit memahami satu dengan yang lainnya, apalagi saling berbagi cerita.
Namun ternyata, segala batasan yang ada dalam setiap manusia, dapat kita lampaui apabila kita mau berusaha terjun dan mengenal dunia mereka. Dan itu yang kulakukan, mengenal dunia mereka, dan berusaha mengerti apa yang mereka lihat sebagai sesuatu yang menarik. Ternyata memang cukup menarik. Aku menjadi lebih mengerti, setiap manusia memang memiliki orientasi yang berbeda.Meskipun ada beberapa orientasi yang sama, namun dengan perbedaan karakter, kecintaan, lingkungan, dan aspirasi masing – masing orang, maka setiap orang memaknai hidupnya dengan cara yang berbeda. Sehingga saat kedua orang tuaku memutuskan untuk memilih jalan mereka masing – masing, aku dan adik – adikku bisa mengerti dan memandang dengan lebih lapang dada.
Apabila selama ini aku memandang dari sudut seorang anak, kini bisa sedikit melihat dari sudut orang tua. Betapa sulitnya mengurus bayi, sementara harus tetap mengajarkan balitaku berjalan dan berbicara. Harus tetap berbelanja pakaian dan makanan. Harus tetap memasak, dan mempertahankan agar skill dalam pekerjaanku terus meningkat. Seperti permainan lempar bola ke udara di sebuah sirkus, kita harus menjaga agar bola – bola keluarga, pekerjaan, tanggung jawab, kebahagiaan, sahabat dan lainnya, semua tetap ada di jalur masing – masing dan tidak boleh ada satupun yang jatuh. Dan sepertinya memang tidak memungkinkan bagi kita untuk melambungkan semua bola di atas udara secara bersamaan, karena itu berarti semuanya akan jatuh di saat yang bersamaan, dan kita tidak akan mampu menangkapnya.
Dan yang paling penting, aku menemukan cara terbaik untuk memiliki hubungan yang berkualitas dan menyegarkan, dengan kuantitas yang terbatas bersama adik – adikku, sekaligus meneguhkan keyakinanku bahwa kita bisa belajar memahami segala hal dalam segala tindakan, kejadian, dan apa yang kita lakukan, bahkan game sekalipun